cerita menakutkan

August 7, 2008 at 5:00 am 18 comments

Suatu hari, nyokap gue cerita sama gue tentang salah satu sudara gue yang tinggal di Kalimantan. Dia sepupu gue yang baru nikah beberapa tahun lalu, dan baru punya anak kira-kira satu atau dua tahun umurnya.

Jadi, pada suatu hari, seperti biasa sepupu gue (cewek) pergi ke kantor sama suaminya. Anaknya ditinggal berdua saja dengan pembantunya. Nah, pas suaminya pulang, rumah terlihat kosong dan hening. Bener-bener enggak disangka, dia temuin anaknya ada di salah satu kamar. Terkunci. Dan yang paling mengagetkan, sudah terbaring tanpa nyawa pembantunya di sebelah anak itu. Darah udah berceceran di mana-mana. Keliatan bekas tusukan (atau mungkin aja pisaunya masih nempel) di daerah vital (gak tahu di dada ato jantung ato perut ato manalah) si pembantu itu.

Jadi, sudah seharian anak itu dikunci di dalam kamar sama mayat. Kira-kira kejadiannya pagi jam 10an. Anaknya sepupu gue enggak makan seharian, sampe buang air juga disitu karena dikunci.

Masih belum ketemu juga pelakunya siapa sampai sekarang. Tapi diduga orang-orang lain yang kerja dekat situ.

Intinya, biarpun tempat kos atau rumah yang kalian tinggali kalian pikir aman, NOPE, YOU’RE WRONG! Anything can happen anywhere, anytime. Apalagi buat mahasiswa-mahasiswa yang ngekos. Kira-kira 2 tahun lalu juga ada mahasiswa BiNus yang terbunuh, padahal dia tinggal di kosan hanya Wanita, dan malah punya peraturan PRIA tidak boleh masuk sama sekali.

About these ads

Entry filed under: hari ini. Tags: .

dari blog teman Premiere TARA3 Gathering Party.

18 Comments Add your own

  • 1. quicksand  |  August 7, 2008 at 10:45 am

    sedih & ngeri juga bacanya.
    tp gue setuju satu hal: harus selalu waspada.
    apalagi di saat2 seperti masa sekarang ini, banyak orang yg ngeliat sesamanya sbg obyek (untuk ‘dikonsumsi’) …mirip binatang tp jauh lebih buas & brutal

    Reply
  • 2. greenerz  |  August 7, 2008 at 3:16 pm

    hmmmmm… (Z mode on)

    Reply
  • 3. Yunita  |  April 6, 2009 at 5:29 am

    Ternyata g aman ia diem d hump sendri.

    Reply
  • 4. Sleepy  |  September 22, 2009 at 4:43 pm

    Ah…

    Ini mah bukan cerita serem, ini mah cerita parno

    Reply
  • 5. vivi  |  October 16, 2009 at 8:14 am

    kurang seru nech cerita…
    berarti law sendirian dihum gk aman ya..y udah mendingan ngeluyur aj. hari nech dirumah tante..bsk dirumah nenek…trs dirumah tetangga….n seterusnya dirumah sakit dech gra2 digebukin org karna terus..hahahahahaha

    Reply
  • 6. vivi  |  October 16, 2009 at 8:15 am

    maksudnya karna numpang trs jd digebukin…hahaha

    Reply
    • 7. greenerz  |  October 18, 2009 at 8:50 am

      wahahaha… kurang seru? ya tergantung yang mengalaminya aja.. :p

      Reply
  • 8. dita  |  December 18, 2009 at 1:55 pm

    tapi kenapa justru pembantunya ya mas yang dibunuh? kayaknya penting amat gituu ya, hahha bercanda. iya bener, jadi parno.

    Reply
    • 9. greenerz  |  December 19, 2009 at 9:40 am

      hehe.. ndak tau juga deh..

      Reply
  • 10. Ezha  |  February 5, 2010 at 7:33 am

    Kurang rame bgt !!! Garing” lebar pulsa..

    Reply
  • 11. Bellatrix  |  December 24, 2010 at 3:55 am

    Pernah temanku mengalami yg seperti ini…
    Tapi beda tipis adiknya meninggal ditinggal sendirian dirum

    Reply
  • 12. Rifkah  |  May 13, 2011 at 2:11 pm

    Hmmpt. . .
    denger Crita tadi Quhh jadi takut dech D’tinggal d’rumah ndiri. . .

    Reply
  • 13. pida untkmu seadanya  |  January 31, 2012 at 4:47 am

    ngeri

    Reply
  • 14. Torey  |  April 22, 2012 at 2:53 pm

    Maaf,Sape yg prbunuhnya.. Gue kurng fhamla.

    Reply
  • 15. Ayu lhani  |  June 25, 2012 at 2:52 am

    Ngeri juga y,,

    Reply
  • 16. @shotop cwog amb  |  August 15, 2012 at 3:33 am

    biasa sja gak bgus

    Reply
  • 17. parking  |  November 28, 2012 at 7:04 am

    ih seram.

    Reply
  • 18. rumah  |  November 28, 2012 at 7:07 am

    gx serem sih.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


“I've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.”

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: