Sekilas Manado

October 11, 2009

Memang, tadinya gue meremehkan.

Gue orang Jakarta, dan berencana mau pindah ke Manado. Dua hal yang gue sering denger tentang Manado itu, pertama, orangnya kebanyakan gaya, dan kedua, Manado itu kota yang mahal. Yang ada di pikiran gue, orang Jakarta juga banyak gayanya, dan semahal-mahalnya kota di Indonesia, mahal mana sih sama Jakarta? Ato seenggaknya sama lah biaya hidupnya… Tetapiiiii….

Manado ini adalah salah satu kota kecil yang berpotensi besar karena orang-orang mengharapkan sesuatu yang besar dari kota ini. Salah satunya karena ada Pulau Bunaken dan Manado itu salah satu kota besar di Indonesia. Ada satu jalan besar di Manado yang panjang dari ujung ke ujung, namanya jalan Boulevard. Sepanjang pinggir jalan Boulevard itu berdiri mall-mall terbaik kota Manado beserta ruko-rukonya. Pokoknya cuma mall dan ruko. Ada Mega Mall, ada Manado Town Square, ada Bahu Mall, dan ruko-ruko tambahan di setiap kompleksnya. Beberapa tahun lalu, Boulevard ini sebenernya adalah laut. Tapi ditambahin tanah sama pemkotnya, trus dijadiin jalan besar, dan bahkan sampe ada Mall… Sekitar 100-150 meter ke arah laut. Gila, tapi.. bener udah jadi. Jadi, di kota ini udah nggak ada yang namanya pantai lagi. Udah direklamasi. Jadinya ujung-ujung dataran Mall-mall tadi dibatasin sama batu-batuan besar untuk misahin laut sama kota.

Udara kota Manado ini panas banget. Mataharinya kerasa terik banget, dan beneran bikin keringet sampe keringetan banget. Tipe panas yang ‘nggak banget’ deh. Kalau nggak dapet tempat kerja atau sekolah yang gak berAC, bakalan kesiksa banget.

Listrik di kota ini fully supported by the Tondano Lake. PLTA soal’e. Tapi itu jadi kekurangan kota ini. Waktu musim kering, jadi sering mati lampu.

Nah, kalo kehidupan orang-orangnya juga rada unik. Mereka demen yang namanya shopping, shopping, dan shopping. Gosh… Gak pernah gue liat orang-orang sebanyak ini gila shopping. Mereka sangat konsumtif, tapi nggak produktif <—- tu peribahasa gue buat mereka. Keliatan banget waktu lebaran kemaren. Wuaaah, liburan dan yang lagi diskon sampe 70an%… Selama seminggu, semua mall ramai banget didatangin orang-orang. Dan hampir semua pulang dengan rata-rata 2 jinjingan.

Kehidupan hari Minggu di sini sangat sepi. Karena kebanyakan orang Kristen, banyak yang tutup toko-toko mereka full sehari. Ngejadiin ni kota mati kalo hari Minggu. Bahkan warung makan sekalipun. Paraaaaah (sampe tadi pagi gue kebingungan mo nyari nasi putih di mana).

Akomodasi
Nah, soal biaya hidup… di sini emang butuh duit banyak. Untuk kost, minimal 300.000, ini harga untuk tempat yang ‘manusiawi’. Tapi cuma kamar kosong, nggak dikasih kasur, tempat tidur, lemari, meja. Tapi tadi gue liat kost, ada juga yang harga Rp. 350.000 udah termasuk tempat tidur sama meja. Biasanya, kalo mau kost yang enak udah isinya (tempat tidur, lemari, meja), mulai dari harga Rp. 500.000 ke atas, dan udah di daerah tengah kota (Sam Ratulangi, Boulevard). Kalo kamar mandi dalam bisa Rp. 600.000 ke atas, dan kalo pake AC bisa Rp. 1.000.000 ke atas.

Transportasi
Standar. Rp. 2000, per sekali naik angkot. Dan biasanya dari sono ke sini bisa cuma sekali naik angkot doang, karena Manado tuh nggak gede-gede amat kotanya. Ke Airmadidi aja cuma Rp. 3500, dari terminal Pal 2.

Konsumsi
Ini dia bahan pembicaraan paling hot kalo pertama kali tinggal di Manado. Minimal makan di warung bisa Rp. 10.000,- Belum sama minumannya. Pertama kali ngekost, dan malam pertama cari makanan, gue nyari warung, dan mereka jual nasi goreng. Ternyata harganya Rp. 12.000,- Karena sakit hati, akhirnya besok malamnya gue langsung ke Solaria yang harganya nggak jauh beda. Jadi, dalam sehari, siapkan budget minimal Rp. 50.000 untuk 3 kali makan (udah bawa Aqua sendiri :p ).
Jadi, lebih baik masak sendiri di kosan. Orang-orang sini biasanya beli bahan-bahan makanan di hypermart atau Multimart. Harga di multimart nggak jauh beda sama yang di pasar. Tapi dengan masak sendiri di kosan juga harus tambah budget untuk beli peralatan masak sendiri (panci, wajan, codet, talenan, minyak tanah untuk kompor minyak, juga piring, sendok, garpu). Ada kosan yang nyediain kompor minyak, tapi biasanya orang-orang kosan punya kompor minyak sendiri. Tapi tetep, peralatannya harus beli lagi. Oh iya, wajib juga punya rice cooker, karena hari Minggu, warung-warung makan juga rata-rata tutup.

Komunikasi
Rata-rata orang sini pake kartu Simpati.
Warnet di sini mahal euy perjamnya.
Harga pulsa tinggal tambah 2000 dari pulsa yang mo dibeli. Misalnya beli Rp. 5000, dijual Rp. 7000.

Itu deh sekilas tentang kota Manado, bisa diperkirakan sebelum dateng ke sini perlu budget berapa untuk kost. Pada intinya buat gue, hidup di sini agak sulit, dengan gaji yang rata-rata juga nggak sesuai sama biaya hidup.

Tapi, bersyukurlah kalian yang udah kerja di Manado tapi penghasilannya sesuai dengan minimal kebutuhan hidupnya. Semua jadi nggak masalah. Hehehe…

Entry Filed under: hari ini. Tags: .

2 Comments Add your own

  • 1. Just Me  |  November 14, 2009 at 9:28 am

    Thanks.. buat sharing nya..
    Gw lahir dan besar di Jakarta dan bakalan pindah kerja ke Manado..

    Salam kenal..!!

    Reply
    • 2. greenerz  |  November 20, 2009 at 8:33 am

      salam kenal juga… :D
      wah, sama dong, lahir dan besar di jkt, baru pindah ke manado..hehe..
      selamat berjuang yaaa… :D

      Reply

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


“I've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.”

Menu

Shortcut

Blog Orang

Buka juga deh

Tags

6233 acara bagaimana? Bible Verse bogor capeDeh favorite gathering green hatikuBerkata jakarta lyric makanEnak Manado nobar panoramio pelayanan teori ultah

Comments

arnold on Ekspedisi Gunung Soputan
greenerz on Terminal Baranang Siang
japra on Terminal Baranang Siang
fahmi on Negara termiskin di Asia …
greenerz on Sekilas Manado
Just Me on Sekilas Manado
[A] on Malam minggu