Luka Bakar Ringan

March 30, 2008 at 3:26 pm Leave a comment

Luka bakar ringan atau, 1st degree burn, adalah luka bakar yang tingkat keseriusannya masih ringan. Biasanya kulit jadi merah dan melepuh.

Ada beberapa cara untuk mengatasi masalah luka bakar ringan:

**Luka bakar ringan dikompres dengan es jangan gunakan odol.

**Dengan air mengalir (bukan direndam) sampai rasa sakit mulai berkurang. Biasanya kurang lebih 5 menit. Dengan mengaliri air di daerah luka, melepuh dapat teratasi. Jangan kompres dengan es. Tutup daerah luka dengan band-aid, jangan dengan kapas. Ini dilakukan agar udara tidak mengena daerah luka, dan supaya luka tidak terinfeksi karena debu dan atau kotoran lain.

Luka bakar tidak boleh tercemar air mandi, air dapur, air cuci tangan, dan air apapun dari luar karena akan menimbulkan infeksi.

Jika melepuh, gelembung dalamnya jangan dipecahkan, dan biarkan pecah sendiri.

Obat alami: gunakan lidah buaya langsung, untuk mencegah kulit melepuh. Dalam waktu kurang lebih 3 hari, kulit akan sudah kering.

Hasil tulisan ini saya ambil dari berbagai sumber di internet. Semua sumber tulisan dari situs lokal berbahasa Indonesia mengatakan, ‘kompreslah dengan es. jangan pakai odol,’ ini ditulis oleh seorang dokter, sedangkan situs luar menulis kalau jangan pakai es untuk mengompres luka bakar, karena akan menyebabkan frosbite dan merusak kulit.

Entah yang benar yang mana, tapi saya memilih tidak menggunakan es dan odol.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

huaduh Terbakar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


“I've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.”

%d bloggers like this: