August Rush

April 17, 2008 at 4:53 pm Leave a comment

John Meyer

Film musik ini bener-bener mengecewakan hati gue. Hiks. Padahal mayong udah promosi besar-besaran biar geng TARA nonton film yang cuma muncul di Blitz ini.

Gue cuma suka opening film ini. Selebihnya, pas gue duduk dan nonton, yang ada gue mengkritik dalam hati melulu. Banyak deh.

Misalnya:
– pas nyokap bokap August Rush pertama kali ketemu, si John Meyer yang sok romantis gitu, terus langsung cium ceweknya. Jeez, baru juga 2 menit kenalan. Aiih.

– Ceweknya, si pemain cello, langsung hamil.

– (ketahuan banget buruknya pergaulan bebas anak2 Amrik).

– Emangnya ada orang yang abis ‘tidur’ terus difoto begitu? Sapa juga yang foto?

– Pertama kali liat gitar, dia langsung main ‘bernada’.

– Biarpun seseorang terlahirkan special seperti August Rush, pastinya harus tetap belajar gitar dari awal dulu.

– Dia bisa tulis not tiba-tiba, hanya dengan ‘saeutik’ penjelasan.

– Endingnya enggak banget. Kurang ngeunah.

Jadi, overall, film ini mendingan di remake deh. Buatlah sesuai logika dan menyenangkan penonton.

Entry filed under: film. Tags: .

Music and Lyric Transformers

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


“I've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.”

%d bloggers like this: