oh Jakarta

May 26, 2008 at 3:39 am Leave a comment

bete juga nih BBM naik. masak kata temen gue satu liter jadi 6000 (dari 4ribuan kalo gak salah). Bah.

Kemaren pas gue dari Bogor mau balik ke kost, seperti biasa di UKI gue naik bis P6. Gue duduk di bangku 3 rada belakang, meratapi nasib sebagai anak kuliahan dengan dana terbatas tambah terbatas lagi gara-gara dah gak bisa jalan-jalan dengan bebas lagi karena harga angkot udah 2500 perak. Bis aja jadi 3000. Bis Bogor-UKI aja udah 7000! Astagfirullah… niat gue mau nonton malem ini sama lian jadi pengen enggak dijadiin.

Di depan gue ada sepasang kekasih norak yang pecicilan. Ceweknya ngisengin cowoknya, cowoknya juga becanda-becanda gak jelas gitu. Mereka main pukul-pukulan. Heckyeah, mereka udah keliatan kepala 3. Gue ama cewek yang duduk di kiri gue ngeliatin aja dengan pemikiran masing-masing.

Terus, tiba-tiba dateng seorang bapak-bapak tua pake peci. Terlihat ramah, terus nyapa dua orang tadi. Singkat cerita, dua orang tadi akhirnya sampai di tujuan, terus turun. Bapak yang ramah tadi berpesan, “Hati-hati yah, dek, di jalan..” dengan senyumnya yang lumayan tulus untuk standar orang Jakarta. Dari situ gue jadi meratiin bapak itu melulu.

Enggak lama, berhentilah bis P6 gue di Komdak (seperti biasa juga). Ada 2 cewek yang lari-lari sampe teriak-teriak gara-gara bisnya udah jalan duluan, padahal mereka belom naik.

Karena tempat duduk untuk 2 orang udah penuh semua. Bapak yang ramah tadi ngeliat 2 cewek ini yang masih ngos-ngosan karena abis lari-larian.

“Ayo, dek. Duduk sini.” Kata bapak itu. Terus bapak itu berdiri, kasih jalan buat dua cewek itu duduk di bangku 3 yang dia lagi dudukin sendirian.

Tapi dua cewek itu nyuekin bapak itu. Ngira bapak itu keanehan karena nawarin mereka tempat duduk. Ada satu orang juga yang nyahutin bapak itu, “Duduk aja, pak, gak papa…,” Tapi dengan nada gak enak dengan maksud, ngapain juga nawar-nawarin orang tempat duduk. ya kalo mau duduk, pasti mereka nyari dan duduk sendiri kok.

Damn, s***. Gitulah kehidupan jaman sekarang. Duh, gila, baek banget itu bapak. Beneran deh. Beda dengan orang-orang lain yang baiknya tuh sengaja (u know lah). Kalo ditebak, si bapak ini baru dateng ke Jakarta (dari kampung), kayaknya juga enggak, tampangnya kayak udah biasa di Jakarta. Maksud gue, gak norak gitu. Tapi, sifatnya masih baik banget. Hmmm.. coba orang-orang Jakarta masih kayak bapak tadi. Damai dan sejahtera lah kota ini.

Entry filed under: hari ini. Tags: .

Dermaga Pulau Untung Jawa demo hari ini di istana..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


“I've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.”

%d bloggers like this: