August 22, 2008 at 1:36 am Leave a comment

Perjalanan jkt-bgr, kadang tuh lamaaa banget. Playlist di HP juga udah bolak-balik beberapa kali, belum sampe-sampe juga di bgr. Mau pindah pasang radio, suka gak dapet sinyal kalo lagi di tol, soalnya, tol itu daerah antar-kota. Gak di jkt, gak di bgr juga. Mustang kadang-kadang ngilang, mau pasang Lesmana juga belum dapet.

Salah satu kegiatan yang sering gue lakukan ketika lagi dalam perjalanan antar kota ini adalah mengamati orang. Nebak-nebak dari mukanya, apa yang ada di pikirannya saat itu juga. Manusia di dunia ini tuh hidup tentunya dengan segala permasalahan mauaupun kesenangannya. PendudukJakarta ada 8,7 juta orang. Tentunya dengan berbagai macam background, kehidupan, pekerjaan, cerita, dan segala macam.

Banyak banget manusia yang bisa diliat. Secara, manusia di Jakarta betebaran di mana-mana. Dari sopir angkot, kenek bus, orang yang sedang mengamati orang lain (biar HPnya bisa dicopet), penjual koran, penjual jepit rambut di kereta, cewek cantik pulang kantor, orang lagi nunggu bis sambil baca sms, anak-anak SMA lagi beli somay, pengamen lagi nunggu bis dateng, dll.

Banyak muka-muka terlihat ‘susah’ menghadapi hidup (halah), muka-muka biasa aja, ato muka-muka bingung (gak tahu mau naik angkot apa..hihi). Yang paling sering gue perhatiin itu yang muka-muka pengamen, penjual jepit rambut, jual koran, jual majalan/VCD murah, jualan Aqua… Pokoknya yang jual-jualan deh. Muka mereka tuh, hmmm.. penuh… penuh…apa yah.. Gak tahu deh. Undescribable. Pembicaraan merekapun beragam. Dari ngomongin sumber VCD murahnya di mana, sampe yang paling parah, ada pengamen lagi ngobrol ke sesama pengamen, salah satunya bilang kalo temennya abis ngebunuh pengamen ato preman lain. Beuh…

Kadang, gue ambil hikmahnya aja deh. Ada salah satu quote kira-kira begini, biarpun kita berkekurangan, kita tetap harus mensyukuri hidup dengan melihat yang lebih rendah/di bawah kita.

Kalo menurut gue, lihat yang dibawah, juga yang di atas. Melihat yang di bawah, tentu saja, hati kita jadi lebih merasa bersyukur dan tidak rendah diri. Melihat yang ke atas, agar hati kita jadi lebih rendah hati dan tidak sombong. Mau saling melayani, bukan maunya dilayani saja.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Hari 5 – Jadi Guru blog?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


“I've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.”

%d bloggers like this: