hari ini

August 28, 2008 at 9:41 am Leave a comment

Gue berdiri nungguin kereta api di pinggiran rel bersama ratusan orang penumpang lainnya yang ternyata udah nunggu dari jam 9 pagi. Saat itu udah hampir jam 11 siang.

Dua kereta eksekutif udah berangkat, tapi belum ada satupun kereta ekonomi yang dateng ke stasiun Bogor. Penumpang dah bener-bener dilantarkan. Bangku tempat nunggunya kurang, gue yang belum makan dari pagi juga udah lemes.

Ada satu anak kecil yang jadi perhatian gue. Dia anak gembel gitu yang duduk di pinggir rel 4. Gue berdiri di seberangnya, rel 3. Ada anak kecil lain yang baru pulang sekolah, duduk di sebelah dia, ngeliatin dia. Terus, dateng satu wanita (gak mau bilang cewek coz umurnya mungkin 30an), nyamperin anak itu, ngomong apa gitu ke dia, terus dia kembali lagi ke tempat jualan aqua dkk-nya yang ditaro di antara rel 2 dan 3.

Anak tadi teriak-teriak minta apa, gue enggak tahu, ke si wanita tadi. Gayanya itu loh. Gak sopan banget cara dia minta sesuatu ke orang yang lebih tua. Dari situ, gue jadi meratiin dia melulu.

Entah apa yang dia teriakin selama beberapa menit, mungkin dia laper minta makan atau minum. Yang dipikiran gue tuh, ni anak sapa di tinggalin di situ sendirian. Lalu wanita tadi nyamperin dia lagi, ngasih dia sesuatu. Enggak keliatan jelas karena lagi banyak orang lalu-lalang. Gue kaget bin ajaib, bukan nasi bungkus yang dikasih, tapi wanita tadi ngasih sebatang rokok ke anak tadi. Baru deh anak tadi diem. “Maaan!!!!!” Gantian gue yang langsung teriak. Dalam hati, tapi. Hehehe. Anjriiiit! Mongkey, Simpanse, Gorila!!! Udah sebobrok apa sih negara kita?

Anak tadi, rada ndut. Ya, enggak ndut sih, tapi berisi. Kakinya penuh gores-gores luka (ya namanya juga anak cowok). Dan kelihatan jarang mandi. Terus dia ngisep rokoknya dengan penuh nikmat, LAYAKNYA PRIA DEWASA… Gila gila gila…!!! sumpah. gue gak bisa menjabarkan gayanya di sini, tapi kalo loe liat langsung gayanya dia pas nge-roki, langsung jantungan deh. Cara dia ngebuang sisa asap (apalah itu hehe) dari ujung rokoknya, terus cara dia ngebuang lagi asap rokok dari mulutnya, cara dia megang rokoknya, cara dia ngomong ke wanita itu sambil megang rokoknya.. Jantung gue bener-bener kerasa berhenti sejenak. He is like 7 years old, dude.

Setelah beberapa menit gue shock, barus sadar kalo, orang-orang di sebelah gue kiri kanan juga pada ngeliatin anak itu. Di belakang gue, kumpulan cewek-cewek berjilbab gue liat mpe bengong ngangap… Hehehe, gak deng. Pokoknya sama shocknya kayak gue deh.

Gak lama, datenglah gerombolan seniornya, preman-preman lainnya yang umurnya sekitar 15 sampe 20 tahunan. Mungkin mereka pengamen-pengamen di kereta. Mungkin mereka yang ngajarin dia ngerokok dan hidup seperti itu. Mungkin masih ada belasan anak dibawah 10 tahun lainnya yang udah mereka ajarin ngerokok.

Gue emang jarang naik kereta, tapi gue juga udah liat banyak hal seperti ini sebelumnya. Stasiun kereta tuh emang penuh dengan manusia-manusia tak terjabarkan perilaku, karakter, juga kebiasaannya. Gue udah biasa ngeliat nenek-nenek ngerokok. Tapi baru sekarang gue ngeliat anak sekecil itu ngerokok, dengan gaya yang begitu… begitu dewasanya.

oh ya. hari ini gue lagi tes ikutan blog-indonesia. just wanna see the difference if i join that group.

Advertisements

Entry filed under: hari ini.

hari 5 – Jadi Guru The Amazing Race Asia – season 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


“I've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.”

%d bloggers like this: