cerita cinta

September 1, 2008 at 1:22 am 3 comments

(halah judulnyaaa)

Pernah gue berpikir gue mau buat blog ini untuk dijadiin blog cerita cinta, hehehe. Berisi kumpulan kisah-kisah menarik tentang perjalanan cinta sepasang kekasih, dan bagaimana akhir kisahnya; bahagia ato malah sedih. Terinspirasi dari satu buku berjudul The Greatest Love Stories yang temen gue kasih pas ultah gue dua tahun lalu. Soalnya apa yah… umm… cerita cinta tuh ‘film drama’ banget, tapi gak pernah basi aja. Ratusan film drama cinta yang ditonton, dengan topik yang sebetulnya sama, cuma ceritanya berbeda. Enggak cuma film, tapi novel, cerpen, dll.

Nah, beberapa kisah nyata cerita cinta yang menurut gue menarik untuk gue tulis di sini adalah cerita-cerita cinta temen-temen gue. Hehe, sori, ‘kisah’ loe gue dokumentasikan yah… hehehe..

1. “Kenalan di bis.” Sebut aja Sarah dan Putra. Suatu hari, Sarah lagi ada urusan ke Jakarta, dan seperti biasa dia naik bis antar kota dari kotanya. Terus, ada satu penumpang cowok masuk ke bis dan milih-milih tempat duduk, akhirnya dia milih duduk di sebelahnya Sarah. Mungkin emang jatuh cinta dari pandangan pertama, cowok ini niat banget basa-basi dengan ngobrol-ngobrol dulu. Emang sih, temen gue itu si Sarah emang cantik, pantes aja niat, hehehe. Nah, si cowok cerita kalo dia dulu anak band, dan kebetulan juga Sarah itu vokalis band. Dunia ini emang sempit, cuy, mungkin terlalu sempit. Si cowok yang akhirnya mengenalkan diri dengan nama Putra itu bilang kalo salah satu temen band-nya itu namanya Danny. Sarah kaget, ngerasa kalo dia kenal anak band yang namanya Danny. “Danny? Danny yang …bla…bla…bla??” Tanya Sarah excited. Danny itu sekarang bassist-nya band si Sarah. Seakan langsung terkoneksi, tambah akrab deh mereka. Saat itu juga tuker-tukeran nomor HP.

Sarah cerita sama gue kalau dia kenal sama Putra yang ternyata satu kampus sama gue juga. Rumah Putra juga cuma beberapa meter di belakang kampus. Akhirnya gue kenalan, dan beberapa bulan kemudian, Sarah curhat dengan bahagianya kalo mereka udah jadian.

2. “5 Tahun.” Sebut aja Gilang dan Ratih. Temen gue si Gilang, pas SMA tuh rada-rada pemalas, padahal mah pinter. Alhasil, dia tinggal kelas pas kelas 2 kalo gak salah. Mungkin sejak itu dia ‘tobat’, dan mulai serius. Dia deket sama temen sekelasnya, dan akhirnya jadian. Sampe sekarang! “Udah 5 tahun, shel, gue jadian sama dia.” Dia bilang sendiri ke gue. Wah, wah, wah… Salut. Mereka sekarang awet-awet aja, dan rasanya gak ada tanda-tanda bakal pegatan.

3. “Chatting.” Hyaaa haha, internet juga bisa dijadiin ajang cari jodoh. Temen gue (sebut aja) Lani, dapet cowok dari internet, si Anton. Mungkin karena dari ngeliat Friendster, Anton jadi tertarik gitu ama Lani, dan ngajak ketemuan. Kebetulan, Anton tinggalnya gak jauh dari tempat Lani. Awalnya Lani gak ada perasaan apa-apa, tapi entah bagaimana lah, mereka akhirnya jadian. Kisahnya lumayan panjang dan mengharukan. Pernah mereka berantem, karena Anton mengakui sesuatu yang bikin Lani maraaah banget. Malam itu, Lani ke kamar gue, nangis sambil teriak-teriak. Nyesel, kenapa ini bisa terjadi. Kenapa dia mau kenal (ato sampe jadian) sama cowoknya itu.

Hari demi hari, bulan demi bulan (halah) berlalu, Anton coba baikan lagi sama Lani. Dia menjelaskan segalanya, dan minta balikan. And now… jadian lagi deh.

4. Gak tahu gue mau kasih judul apa. Tapi, ini kisah tentang temen gue, Dina. Dina adalah salah satu sobat gue yang sobaaaat banget. Kita kenal dari SMP. Kira-kira tiga tahun lalu, Dina dan David jadian. Dua pasang kekasih yang benar-benar sedang jatuh cinta. Tapi, gak tahu karena ceweknya yang terlalu egois, atau cowoknya yang terlalu ingin free, mereka sering berantem, tapi ya balikan lagi. Tapi terjadi berulang-ulang.

Singkat cerita, David yang ternyata (saat itu gue juga baru tahu) punya penyakit kanker, dan tiba-tiba kankernya sudah Stadium 4, dia langsung di bawa ke rumah sakit, malam itu. Dan entah penyakit apa lagi yang dideritanya, David gak bisa ngeliat. Dia buka mata, tapi pandangannya hitam pekat. Suaranya nge-bass abis, dan serak, enggak jelas bicara apa. Ngeliat dia yang emang badannya kurus, jadi tambah sedih lagi ngeliatnya. Infus udah di mana-mana, dan orang-orang terdekat udah pada dateng. Gak cuma orang-orang terdekat, tapi hampir satu gereja ngejenguk dia. Gue saat itu melihat dan memperhatikan, begitu banyak orang-orang yang mencintai dia. Baru sekarang (waktu ada orang sakit), orang-orang rela pulang kerja cepet (saat itu udah rame dari jam 10an pagi) untuk ngejenguk dia. Guepun dari Jakarta langsung ke Bogor. Gue baru dateng jam 1 siang, dan katanya, Pak Pendeta udah minyakin dia. Semua pada nangiiiiiiiis, gak karuan. Mereka yang gak nangispun, mukanya muram semua. Gue yang datengnya telat, jadi penasaran banget. Plus, saat itu, gue belum bisa masuk ke kamar. Dan pas akhirnya gue masuk ke kamar, Dina… gue liat Dina (yang lagi sesegukan), lalu gue liat David… Man… !!! Couldn’t stop my tears. He was so hopeless dan… menyedihkan. Rasanya, kejadian ini bener-bener cepet banget. Dua hari sebelumnya, dia masih kelihatan hepi-hepi aja, gak kenapa-kenapa.

David meninggal 3 hari kemudian. Tentunya, Dina terpuruk banget. David pernah cerita ke gue, he mentioned about marrying her someday. But now… the hope is already gone. No more happiness to come, but only tears.

Selama seminggu, Dina curhat-curhatan ma gue lewat sms. Gratisan 100 sms ProXL tiap harinya sampe habis, dan itu terjadi setiap hari. Berbulan-bulan, kenangan dia belum bisa juga disudahi. Memang bukan untuk dilupakan, maksudnya untuk… mm… get over it lah. Tapi akhirnya, Dina ketemu sama orang lain yang bisa ngebuat dia hepi lagi. The lucky man is Ozzy. Now, they already married, and have a cute lil’ baby named Kezia… Yeah. Gue punya keponakan. Huehehe.

oh iya, FYI, buku the greatest love story yang tadi gue ceritain tadi itu pemberian David dan Dina.

Entry filed under: hari ini. Tags: .

The Amazing Race Asia – season 3 agustus

3 Comments Add your own

  • 1. reevo  |  September 1, 2008 at 2:14 am

    wahh asik nih cerita nya .

    hheeheh
    🙂

    Reply
  • 2. greenerz  |  September 1, 2008 at 2:29 am

    asik gimana, vo? hehe..

    Reply
  • 3. kartalina  |  September 19, 2008 at 4:31 am

    waduh…..!!!koq cerita’y jd gitu sich….kacihan banget.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


“I've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.”

%d bloggers like this: