Aaarrgghh!!!

September 7, 2008 at 11:14 pm 3 comments

Menyebalkan sekali kalau ketemu sama orang yang perfeksionis dan gak mau kalah. Gue jabarkan neh di sini gimana orang itu (mumpung kepala gue sekarang lagi bener-bener panas dan kuping gue berasap): Perfeksionis, gak mau kalah, gak mau di kritik, sok pinter, orang lain itu bodoh, gak mau tahu perasaan orang gimana, dan cara berkomunikasinya parah, dan yang terparah… dia tidak menganggap dirinya salah.

Few days ago, I was really fed up with this person. Pertama, dia meminta tolong ke gue dengan cara memerintah, gue sampe ngerasa kayak lagi di jaman Hitler. Kedua, dia melihat gue seperti orang yang bermasalah dan ‘tidak mampu’. Ketiga, dia seringkali menggunakan kata-kata yang seharusnya bisa diperhalus lagi, biarpun dia gak pake ‘kebun binatang’ tapi cukup kasar.

Gue sendiri, bukan tipe orang yang suka ‘membalas’ atau nyolot balik. Gue juga males untuk nyolotin balik karena gue kesel, so let it go lah. Biarin aja. Kadang gue sendiri dah bosen dengerin ‘ceramah’nya, biar sakit ni kuping, tapi pintu kuping kiri jangan dikunci. Biar suaranya masuk dari kuping kanan, trus bisa keluar lagi di kuping kiri. Dia memang orangnya seperti itu, maksudnya karakternya. Kita emang gak bisa ngubah karakter orang, tapi gimana cara kita untuk menghadapinya. Itu yang perlu.

Satu tips ampuh, apalagi buat para blogger. Kalo lagi bete abis sama orang kayak gini, menulis jadi salah satu kegiatan yang asik. Apalagi punya blog, berarti emang hobinya nulis. Bisa dicurhatin, kalo ada yang baca, malah bisa dikomen (pendapat). Dulu, sebelum gue punya blog, banyak banget hasil coretan gue di kertas. Banyak juga yang malah jadi puisi. Hahahaha. Bahasa Inggris pula! Satu yang paling keren, bukan puisinya, tapi medianya, gue tulis hasil BT gue di balik pintu lemari baju gue pake spidol dua warna. Hasilnya… hati lega, gue juga membuat suatu karya… wakakaka, najong.

how to deal with them – I’d say as long as the perfectionist isn’t demanding perfection of others or isn’t unnecessarily delaying important things or isn’t being negligent in other duties because of the time involved in being perfect, let her be happy in her calling (dari forum ini). Prof. Stephen Palmer (halah), ngomong gini, “I get them to see the pros and cons of their behavior. They have to recognize their thinking and where they’re going wrong. I would much much rather focus on their way of thinking, not their personality. Changing their thingking will change their behavio

Entry filed under: manusia. Tags: .

kategori baru shut the hell up.

3 Comments Add your own

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


“I've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.”

%d bloggers like this: