Sanchanksville

October 8, 2008 at 4:02 am 7 comments

Rumah pinggir jalan bertingkat tiga ini ditinggali oleh seorang temen gue di daerah Bogor. Sejak pertama kali rumah ini dibangun, udah banyak banget cerita horor yang terjadi. Kalau ngeliat sekilas aja, mungkin udah kerasa kalau rumah itu ‘kenapa-kenapa. Beberapa cerita diantaranya:

  • Pak Daniel, orang pertama yang jaga rumah itu, seringkali didatangi oleh seorang ‘perempuan’. Perempuan itu mengajak-ajak Pak Daniel pergi ikut dia.
  • Waktu gue dan temen-temen gue nginep di sana, dua dari 6 teman gue cerita kalo mereka melihat ‘the others’. Dinski bilang kalo waktu dia mau tidur, dia ngeliat ada anak kecil. Kalo Malik bilang, dia ngeliat bapak-bapak tua di tangga mau ke lantai 3. Hiii…
  • Temen gue yang sekarang tinggal di sana juga pernah ‘ditarik-tarik kakinya’ waktu dia lagi mau tidur. Dan kejadiannya bukan pas dia lagi mimpi, tapi masih keadaan sadar.
  • Beberapa pengunjung yang datang juga sering ‘melihat’

Nah, dua hari lalu, gue ke rumahnya dan gue sendiri di sana. Temen gue yang tinggal di situ lagi ke Bandung, so gue diminta tolong jagain rumah itu.

Seharian gue sendiri di sana, kagak ngapa-ngapain, main komputer aja, tapi akhirnya bete juga. So, gue berniat ke lantai 2, ke kamar temen gue itu mau ambil gitar. So gue ambil kunci, terus naik tangga ke atas (sambil berdoa). Baru naik tangga aja gue udah ketakutan… Hahaha… Secara, mulai dari lantai 2-3 itu, entah kenapa, tempatnya rada-rada misterius… Gue liat ke kiri kanan, berharap gak melihat ato merasa yang aneh-aneh, terus ke kamar dan masukin kunci ke dalam lubang kunci. Damn, kuncinya stuck. Entah gimana, gue malah jadi tambah nervous, jantung gue tambah berdetak kenceng. Terlalu parno sama film-film horor yang pernah gue tonton. Tapi akhirnya gue bisa masuk ke kamar. Yasud gue ambil gitar, dan langsung keluar lagi. Sebelum gue turun, gue ‘mengecek’ tangga ke lantai 3, coz di situ sering ‘terjadi’ sesuatu. Tangganya gelap, penuh misteri. Saat itu gue tambah banyak berdoa :p, lalu gue turun.

Fiuh. Thank God, I didn’t see anything.

Entry filed under: hari ini. Tags: .

puisi dadakan Holy @#%*!

7 Comments Add your own

  • 1. greenerz  |  October 8, 2008 at 4:04 am

    apa guenya yang terlalu mendramatisir yah?

    Reply
  • 2. reevo  |  October 8, 2008 at 4:25 am

    jadi lo ga ngeliat apa2 sheil ?

    Reply
  • 3. greenerz  |  October 8, 2008 at 4:46 am

    kagak. dan kagak mau lah..😛

    Reply
  • 4. Zilko  |  October 8, 2008 at 3:50 pm

    jah, cerita horor, seraaamm, wakakakkaa…😆

    Reply
  • 5. quicksand  |  October 9, 2008 at 5:18 pm

    naah ini ‘mendingan’ cerita seremnya…😛

    Reply
  • 6. quicksand  |  October 9, 2008 at 5:26 pm

    btw, lain kali ada kesempatan, coba dipotret deh lokasi2 yg dianggap spooky. dengan & tanpa blitz
    (pake digicam ya. jgn pake kamera film)

    Reply
  • 7. greenerz  |  October 10, 2008 at 12:41 am

    quick, beberapa hari lalu gue sempet foto tempat rada spookynya. pake handphone. kalau diliat di hp sih.. bisa keliatan kayak ada bayangan orang (hasil cahaya lampu dan bulan sih).. :p
    tapi pas transfer ke komp. fotonya biasa aja. jadinya gak jadi gue upload di sini deh.

    Zee, ni CERITA SERAM bukan komedi.. :p :p :p
    jangan ketawa dong.. (sok serius gitu)

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


“I've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.”

%d bloggers like this: