masakan rumah

December 28, 2008 at 4:21 pm 2 comments

Senangnya udah di rumah lagi, di kota hujan yang tumben sejak gue dateng belum turun juga hujannya. Udaranya sejuk banget, dingin, dan pastinya ngebuat gue pengen tidur melulu, hehe.

Tadi siang akhirnya gue nyicipin makanan rumah lagi. Biarpun sederhana banget cuma nasi, kacang panjang dan ikan, tapi porsi gue dobel. Enak euy! Tumis kacang panjangnya buatan bokap, ikannya buatan nyokap. Pas beres makan sepiring, gue duduk sambil mikir bentar, terus ngambil seporsi lagi. Hihihi. Udah lama gue nggak makan sepuas ini. Soalnya kalo di kosan, gue selalu makan warteg yang penuh dengan ‘bonus protein’. Nggak ngerti gimana, tapi kira-kira di 5 warteg terakhir yang gue datengin, pasti aja dapet ‘daging’ tambahan gitu. Males banget deh.

Nggak cuma itu, gue juga jadi nggak pernah beli buah. Bukannya gue nggak suka buah, tapi langganan buah gue jorok euy. Waktu itu pernah pas gue lagi beli buah, kan tempat bungkus buahnya pake kertas nasi gitu. Salah satu kertas itu jatuh ke aspal jalanan yang tentunya nggak steril dan bekas injek, juga ada beberapa sampah (irisan kulit buah). Dan diambil lagi kertasnya sama dia. Huih. Nggak deh.

Buat gue, cukuplah kalo mo jorok-jorokkan nggak apa-apa, tapi kalo momennya lagi tepat: pas lagi kemping! Itu baru judulnya, “It’s okay, I’m alright. I think God can explain.”

Entry filed under: hari ini. Tags: .

blog-nya Bush Boom de yada

2 Comments Add your own

  • 1. zilko  |  December 29, 2008 at 4:37 am

    Asiknya udah mudiik, hahahahaha……

    Reply
  • 2. greenerz  |  December 29, 2008 at 4:27 pm

    yak! lu juga dah di kota borobudur kan?😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


“I've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.”

%d bloggers like this: