The Gods Must be Crazy III

January 13, 2009 at 1:36 am Leave a comment

Salut! Hebat! Hahaha.. Kombinasi vampir China sama orang pedaleman Afrika bener-bener lucu. Idenya ada-ada ajah. Disekuel ketiga ini ditampilin lebih banyak orang luar (non-Kalahari), juga lebih fokus ke kehidupan sukunya Nixao. Maka itu keluarganya Nixao ini dibuat lebih beradab – dipakein baju. Mungkin untuk tujuan lebih nyaman untuk ditonton. Sip lah, whatever, yang penting tetep kocak.

Ceritanya tentang Vampir China yang lagi mau dipulangin ke China, tapi karena pesawatnya ‘gagal’ terbang, dan mereka jatuh di daerah Kalahari ini. Suku Kalahari ngira kalau vampir tadi itu salah satu dewa dari langit. So vampir tadi dijaga ketat sama mereka. Di akhir film juga ada pertarungan antar vampir. Vampir China vs Vampir Afrika. Lumayan kocak dah. Apalagi si Nixao kemasukan roh Bruce Lee gitu, jadinya dia berantem dengan gaya Bruce Lee gitu.. Cape deh..hahaha…

Di sekuel yang ketiga ini filmnya lebih ‘global’ coz nggak kayak dua film sebelumnya yang nampilin orang Afrika dan bule doang, tapi di sini ada beberapa kayak orang Perancis, China, Kalahari, dan Afrika (suku lain). Hmmm, Kalahari jadi kayak bukan suku terpencil lagi. Film-film Nixao ini emang tipe film kocak yang pengambilannya sederhana banget.  Bisa keliatan dihasil editannya. Tapi hasil editan dan low definitionnya jadi terabaikan karena ceritanya yang lucu. Hehehe… Sip deh pokoknya.

Advertisements

Entry filed under: film.

The Gods Must be Crazy II POTC. The Curse of the Black Pearl

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


“I've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.”

%d bloggers like this: