Taken

January 14, 2009 at 3:41 am Leave a comment

Wow, what a great movie. Actionnya seru dan termasuk brutal, dramanya juga asik ditonton. Dari film ini juga kita bisa ambil hikmah kalo jangan suka menyepelekan nasehat bokap. Hehehe.

Yak.. paragraf di atas untuk kalian yang belum nonton The Bourne series, ATAU Finding Nemo… Huhuhuhu! :p Tapi bagi kalian yang udah nonton dua film tadi, pasti berpikir – Action Movie tahun ini mengalami kemunduran dalam ide cerita. Mulai dari Spider Man tahun lalu yang membosankan itu, terus The Day the Earth Stood Still yang ternyata nggak seseru trailernya, Babylon AD yang gagal panen, apalagi film Death Race yang kena hina media maupun pengkritik film. Tapi pengecualian untuk Death Race, untuk alasan hiburan, gue suka-suka aja. Hahahaha…

Ya, filmnya Taken emang keren (sekali lagi, technically). Kembali mengambil tema human trafficking, setelah Trade (2007). Sayangnya, gue baru aja sehari yang lalu nonton Trade, jadinya pas nonton ini serasa rada membosankan. Versinya aja beda. Prostitution Movie v.02. Wong ceritanya sama. Ni coba dicek >>

TEMA:
Trade. Sex Trafficking.
Taken. Sex Trafficking.

JUDUL:
Trade. Lima huruf, huruf awal dari T.
Taken. Lima huruf, huruf awal juga T.

PENYELAMAT:
Trade. Kakak yang sayang banget sama adeknya.
Taken. Bapak yang sayang banget sama anaknya.

LOKASI:
Trade. Meksiko – USA.
Taken. USA – Perancis.

YANG DICULIK:
Trade. Adeknya, dan satu traveler.
Taken. Anaknya, dan satu teman travelnya.

JALAN SATU-SATUNYA:
Trade. Jadi ‘bidder’ dengan harga tertinggi adeknya.
Taken. Nggak sengaja dan beruntung ikutan nitip nge-bid anaknya.

TERAKHIR:
Trade. Pelukan sama adeknya.
Taken. Pelukan sama anaknya.
(Ya iyalaaaah).

Trade. Naik pesawat, balik ke Meksiko. Pulang, ketemu nyokapnya lagi.
Taken. Naik pesawat, balik ke USA. Pulang, ketemu nyokapnya lagi.

Sooo.. there’s nothing new.

Film ini nyeritain tentang anak ceweknya Bryan (mantan spy) yang lagi jalan-jalan ke Paris sama temennya, Amanda. Baru aja tiba di Paris, mereka diculik sama orang Albanian. Untungnya, saat itu, Bryan lagi nelpon anaknya, jadi dia tau kejadiannya. Dimulailah aksi seru Bryan dengan segala aksi pukul sana, pukul sini, bikin pingsan orang sampe ngebunuh semua orang yang dianggapnya musuh. Nonton film ini gue malah membayangkan game House of the Dead (Zombie) yang sering dimainin gue ma Lian di kosan. Cuma satu pahlawan, dan bertugas ngebunuh semua musuh, sampe ke rajanya. Hahaha.. Mirip banget. Live-nya dikasih 5, dan cuma kebuang 1. Si Bryan kakinya sakit karena menjatuhkan diri dari jembatan ke kapalnya Mister ‘Oh So Horny with Virgin Woman’.

Pada akhirnya, film ini seperti salah satu quote favorit gue yang kira-kira begini bunyinya, “Akhir dari cerita kehidupan selalu happy ending. Kalo endingnya buruk, maka ceritanya belum berakhir.”Coba liat cuplikan di bawah ini: Oooh so sweet bukan? “Dad, you came for me?” Lalu mereka berpelukan. Huahahaha… Just another ‘ordinary’ action movie. (lupa nge-save gambarnya dari komputer, hehe… coming soon aja deh)

Maap panjang, biasalaah, curhatan… Hahaha..

Movie Rating: Cukup pinjem DVD bajakan Taken dari temen. Kalo nggak ada temen yang punya DVD ini, nggak usah maksa harus beli. Tabung aja duitnya buat beli DVD asli film seri Band of Brothers. Hehehe.

Entry filed under: film. Tags: .

Dunia Mimpi Gimme More, Brit…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


“I've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.”

%d bloggers like this: