Taxi to the Dark Side

January 15, 2009 at 6:14 am 2 comments

Cover:
Sore kemaren, sewaktu gue milih-milih film mana yang bakal gue beli, tumben gue bener-bener ngeliat covernya dulu untuk meyakinkan diri gue bahwa film ini patut dibeli. Judulnya Taxi to the Dark Side. Nggak ada gambar taksi kayak film ‘Taxi’, tapi tiga orang di mana dua di antaranya itu tentara. Well, berarti ini semacam film perang, tebak gue. Tapi masih terasa aneh karena judulnya ‘Taxi’??

Kedua, ada tulisan “Highly Recommended” yang bikin gue tambah penasaran. Dan terakhir, ada catatan kecil kalau film ini pemenang Best Documentary dari Academy Awards, juga pemenang salah satu pemenang kategori Outstanding Individual dari Adolf Grimme Awards.

Sekilas:
Hampir tiga tahun lalu, tahun 2006, gue masih inget banget gue lagi nyari gambar perang di Iraq di internet. Tadinya mau cari gambar-gambar keluarga korban perang, tapi gue malah dapet bonus foto banyak banget. Beberapa di antaranya foto-foto tentara Amerika yang lagi nge-‘ospek’ tahanannya di penjara. Dan mau tau? Nggak ada satupun cara ‘ospekannya’ yang manusiawi. Tapi saat itu gue nggak terlalu menganggap serius gambar-gambarnya. Bukan untuk maksud aneh-aneh, tapi gue masih nyimpen beberapa fotonya sampe sekarang.

Betapa kagetnya gue setelah nonton film Taxi to the Dark Side ini. Ternyata kejadian dari foto-foto tersebut memang serius, dan foto-fotonya juga ditampilkan secara vulgar dengan maksud dokumenter bukan komersial tentunya. Resolusinyapun lebih bagus, karena pastinya si pembuat film dapet dari sumbernya langsung. Foto-foto ‘ospek’ tadi ternyata adalah tragedi Abu Ghraib di tahun 2006.

Gue udah nonton beberapa film yang mengangkat harga diri orang-orang Amrik kayak United 93, juga World Trade Center. Ada enaknya juga jadi orang yang hobi nonton, karena bisa ngeliat suatu kejadian sejarah dari berbagai ‘angle’. Selain dari film-film yang membawa nama baik Amerika tadi, ada juga dokumenter Michael Moore yang hobi nyari kesalahan pemerintah Amerika dari filmnya Fahrenheit 911. Kalau mau nonton yang nggak terlalu serius kayak tiga film tadi, carilah DVDnya Where in the World is Osama bin Laden?. Tapi dari semua film tadi belum akan lengkap kalo belum nonton film yang satu ini, Taxi to the Dark Side. Suatu film yang menceritakan sisi lain dari kehidupan tentara Amerika di Afganistan, yang akan membuat loe tambah benci sama Amerika.

Filmnya:
Dilawar adalah salah satu penduduk biasa yang tinggal di kampung Yakubi, Afganistan, bersama isteri, anak, dan juga keluarganya. Mereka punya kebun yang diusahakan oleh keluarganya, tapi dia lebih memilih untuk jadi sopir taksi aja. Pada suatu hari, seperti biasa, dia ke kota untuk nyari penumpang. Hari itu, dia dapat tiga penumpang yang mau diantarnya kembali ke Yakubi. Dalam perjalanan pulang, taksinya diberhentikan oleh grup militan, yang kemudian menangkap Dilawar dan tiga penumpangnya karena ada bukti alat elektronik misterius di belakang taksinya.

Selanjutnya, film ini tentang investigasi interogasi terhadap tahanan-tahanan di penjara Abu Ghraib yang kemudian mengarah ke administrasi kotornya Bush.

Spoiler:
Film ini keren karena musuh utamanya adalah tiga musketeer, Presiden Bush, Rumsfeld, dan Cheney.

Fave Quote:
Americans obviously want to believe that we’re somehow more moral than the rest of the world. I think that’s bullshit, frankly.”

Hell, if you weren’t a terrorist when you came in here, by the time you leave, I’m sure you would be because of the way you’ve been treated.

Catatan:
And yeah, this movie is Highly Recommended.

Sebagai pecinta film juga negeri sendiri, gue berharap sineas Indonesia juga mau buka tema mirip-mirip kayak gini, semacam Gie, atau buatlah remake dari G30SPKI (wishlist gue buat Hanung Bramantyo/ Riri Riza, hehehe) nggak horor dan drama cinta American Pie wannabe melulu.

Terakhir:
This documentary is f**kin’ awesome.

Advertisements

Entry filed under: film.

Gimme More, Brit… gila

2 Comments Add your own

  • 1. gilasinema  |  January 15, 2009 at 7:06 am

    Posternya memang keren dan pernah menang di lomba poster gitu.
    Meski dokumenter, nih film enak dinikmati dan gambar-gambar yang dihadirkan bener-bener shocking deh

    Reply
  • 2. greenerz  |  June 6, 2009 at 3:11 pm

    yeah, i like this movie too… 😀 highly recommended.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


“I've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.”

%d bloggers like this: