Night

February 10, 2009 at 2:28 am Leave a comment

Huaaah, review buku pertama gue. Huehehe.

Di hidup gue, gue bukan pecinta novel dan koleksi novel gue nggak lebih dari 7 novel. Dari sekitar 7 itu, ada satu yang paling mahal, gue belinya di Amrik.
hahaha (sombong mode on). Novel Star Wars yang harganya cuma 1 dolar. Yak, satu dolar. Kalo dirupiahin sekitar 10.000 saat itu. Murah banget, dan bukunya tebel pisan euy. Kalo gue beli di Indo pasti harganya udah 50ribu ke atas. Tapi gue beli buku itu cuma karena murah versi dolar, so, kenapa nggak. Ternyata setelah gue beli, dibaca juga nggak pernah.

Tiga novel yang berhasil gue baca abis dari awal sampe akhir itu trilogi novelnya Dave Pelzer, another great True Story about child abuse, A Child Called ‘it’, sekuelnya (gue lupa judulnya), sama A Man Named Dave.

Night, buku ini gue beli di Slipi Jaya waktu Erlangga lagi jual buku-bukunya
murah. Thanks to Erlangga yang lagi diskonan. Ditulis di depan bukunya,
“Kesaksian tentang Holocaust”. Gue rasa buku ini bakalan menarik banget karena ceritanya. Gue jadi tambah penasaran lagi sama holocaust setelah nonton The Freedom Writers. Dari harga 40an ribu, gue dapet diskon jadi 30an ribu.

Ceritanya tentang Elie Wisel (penulis), seorang Yahudi, yang hidup di zaman
Hitler berkuasa. Diceritain dari pertama mereka masih hidup bahagia, sampe
dibawa ke kompleks khusus Yahudi, lalu akhirnya diungsiin ke kamp konsentrasi.

Hari pertama di kamp udah bener-bener uji mental, fisik, juga iman. Gimana
enggak, pertama turun dari kereta, keluarga mereka udah langsung dipisahin
cewek dan cowok. Keluarga Elie ada dua cowok (dia sama bapaknya), dan 4 cewek (dua kakak ceweknya, nyokapnya, sama satu adik cewek kecilnya yang masih sekitar 4 tahunan). Setelah pisah, mereka digiring ke krematorium: tempat pemusnahan warga Yahudi secara massal dengan dibakar. Tempat itu dari jauh, mereka blum tau itu krematorium. Tapi yang mereka lihat, tempat itu kayak satu pabrik besar dengan asap-asap mengepul di udara dari cerobongnya, dan baunya amat tidak sedap. AKhirnya mereka tahu kalo bau busuk itu ternyata bau orang-orang yang dibakar hidup-hidup! OUCH!!!
Tentara Nazi menggiring mereka ke krematorium, serasa dengan muka yang
terpampang plang merah bertuliskan “WELCOME TO THE REAL HELL ON EARTH, SUCKAZ!” dengan font Chiller berkoba-kobar.

Buku ini salah satu buku yang harus elo baca, nggak peduli segimana elo nggak suka baca novel kayak gue. Nggak peduli segimana elo benci juga sama orang Yahudi. Nggak peduli juga segimana elo nggak terlalu peduli sama sejarah.
Gue jadi penasaran sama The Diary of Ann Frank.

Tambahan, gue baru dapet dari Wikipedia, info yang nggak didapet dari buku ini, ternyata Elie ketemu lagi sama dua kakaknya setelah dia diungsiin ke kamp anak-anak yatim. Thank God. Elie juga nggak mau inget-inget kejadian ini sampe sepuluh tahun setelahnya (sampe akhirnya buku ini ditulis).

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Biar bisa menang penghargaan film Semalam jadi orang Yahudi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


“I've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.”

%d bloggers like this: