The Lazarus Child

February 20, 2009 at 12:24 am Leave a comment

Sekilas
Diliat dari judulnya dan hasil nguping orang-orang yang dah pernah nonton, film ini punya tema yang rada serius dan gak sekedar drama biasa. Biarpun udah lama juga keluarnya, tapi gue baru aja nonton kemaren. Itupun karena kebetulan di film Blood Diamond yang gue pinjem, ternyata berisi dua DVD, satunya ya DVD ini. Wah, bonus banget neh. Hahaha.

Gue belom pernah nonton trailernya. Jadi, keluarlah beberapa tebakan sebelum nonton film ini, antara lain: “Wah, ada anak bermasalah neh!”, “Tapi kok gambar di DVDnya malah orang dewasa?”, “Hmm, filmnya sejenis Stigmata kah?”, “Kayaknya penuh misteri nih…!”

Ternyata pas ditonton… tebakan gue tadi salah, teman-teman……!

Filmnya
Inti film ini secara singkat, jelas dan padat adalah Orang tua yang berusaha sekuat tenaga mereka untuk mengembalikan anak kecilnya yang lagi koma karena kecelakaan (ditabrak mobil) untuk kembali sadar lagi.

Tentunya, si penulis novel gak cuma mo ceritain cerita yang sederhana itu. Sutradaranya juga pengen penontonnya dibuat penasaran dulu tentang apa yang sebenernya terjadi sama Frankie (yang kecelakaan), dan ada apa dengan Ben, kakaknya Frankie yang umurnya gak jauh. Ben dan Frankie selalu ditampilkan dengan tongkat anjing kesayangan Frankie. Dari sini, penonton dihasut pemikirannya kalau ada sesuatu dengan Frankie-Ben-Tongkat Anjing. Buat yang belom nonton filmnya – Cuy… Sebenernya gak ada hubungannya! Sutradaranya aja lebai.

Apalagi dengan Ben jadi ‘anak yang stress’, karena dia ngerasa bersalah, udah  ngebuat Frankie jadi koma. Lalu tiba-tiba rambut Ben berubah jadi putih. Di sinilah puncak-puncaknya keanehan film ini (antara Frankie, Ben, dan tongkat). Penonton bakalan berpikir suatu yang aneh tentang tongkat itu. Mungkin ada suatu hal gaib (makanya gue nebak film ini semacam stigmata dkk) dari tongkat itu. Padahal mah, ternyata bukan. Permainan film banget. Tapi permainannya gak asik (menurut gue). Karena, menurut gue ya gak penting aja. Penyelesaian masalahnya juga nggak di situ. Tapi berhubung film ini bawaan dari novel. Ya mo diapain lagi. Mungkin juga banyak yang hilang dari novelnya. Biasalah, novel dijadiin film.

Jadi, overall, film ini agak aneh secara pembawaan film (entahlah bahasanya apa), dan masih sederhana untuk tipe film thriller. Mang bukan thriller kali yeee, guenya aja ngarep ni film bakal seru. Hehehe. Yo wes lah. gitu aje.

Entry filed under: film. Tags: .

Sepuluh W

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


“I've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.”

%d bloggers like this: