Koal

May 29, 2009 at 1:02 am Leave a comment

Kira-kira 8 tahun lalu gue ke Lembang sama kakak gue. Malam itu gue dan temen-temen lagi jalan. Udaranya dingiiin banget, dan sialnya gue lagi gak bawa jaket. Gue ampe menggigil gitu.

Minggu lalu, gue dateng ke sana lagi. Jam 9 malam gue masih di luar tanpa jaket, gue merasa biasa aja… cuma lebih sejuk dikit dari Bogor. Serasa lagi di Puncak… Hmmm, yaaa.. Puncak… Tapi setelah gue pikir lebih lama…. Oh, no!!! Seharusnya Lembang jauuuh lebih dingin dari Puncak. Pemanasan global neh, kata gue dalam hati. “Soalnya listrik di sini udah di mana-mana,” begitu kata Om gue.

Hmmm. Listrik. Yup, listrik bikin panas ajah. But why? how?

Nah, gue pernah dapet artikel bagus neh tentang penggunaan listrik dan hubungannya dengan pemanasan global. Tapi, artikelnya lagi entah di mana sejak gue pindahan kost.

Ni aja deh, seinget gue… Siapa tahu bermanfaat buat yang baca.

Sering banget kita dapet nasehat supaya selalu menghemat listrik dengan mematikan lampu kalo ruangannya dah gak kepake, lepas chargeran handphone kalo udah beres nge-charge, dll. Pertanyaannaya, kenapaaa?? Apa hubungannya matiin chargeran handphone sama mencegah pemanasan global? Wong cuma satu charger handphone kok?

Jawabannyaaaa (macam Missing Lyrics):

Pertama, berdasarkan ilmu yang gue dapet di kampus… barang elektronik yang dipasang terus menerus akan mengalami apa yang disebut ‘disipasi daya’. Ato bahasa lainnya, ‘listrik yang kebuang-buang’. Efek sampingnya: Chargeran loe jadi panas, baterai HP loe kalo nempel terus di chargeran bakal jadi boros dan cepet rusak, juga tagihan listrik loe akan berlebih (biarpun cuma beberapa rupiah).

Kedua, sumber tenaga listrik itu dari pembakaran coal. Coal itu adalah suatu jenis batu-batuan yang di dalam batu itu sendiri terdapat energi listrik. Karbon yang terdapat di coal tersebut menjadi sumber utama energi itu. Dan energi tersebut baru akan keluar kalo coal dibakar (teachcoal.com). Setelah dibakar, barulah jadi yang namanya Listrik yang kita pakai dikehidupan kita sehari-hari. Wherever, whenever.

Saking murahnya, coal selalu dipakai sebagai pembangkit tenaga listrik. Tapi, saking banyaknya dipake, emisi coal yang kebuang di udara udah mencapai 20% dari semua greenhouse gases.

Naaaaah… parahnya lagi, hasil-hasil dari pembakaran coal (juga gas-gas karbon lain) yang kebuang di udara sekarang itu gak akan hilang sampai beratus-ratus tahun dari sekarang. Sampe gue punya cucu dan cicit juga, tu gas-gas belom hilang juga. Makanya sekarang lagi digencar-gencarin (setidaknya) pencegahan penyebab penebalan atmosfer dari greenhouse gasses dengan cara menghemat listrik.

So you know now.

Baca Coal and Cilmate Change Facts.

Entry filed under: hari ini. Tags: .

Pemanazan Globalz Terminator Salvation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


“I've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.”

%d bloggers like this: