Julez Trip. Lake Trip.

July 16, 2009 at 5:42 am Leave a comment

Hari ini nambah satu orang, si Bogski.

Bedugul – Danau Beratan
Lama perjalanan sekitar dua jam. Jauh, tapi tak membosankan. Hari ini kita sewa mobil. Gue ngajak si Bogski karena dia udah 5 taun tinggal di Bali dan tau jalan ke daerah ini. Dengan baiknya pula, dia yang nyetir mobilnya. Hehehe.

Danau Beratan itu salah satu dari 4 danau yang ada di Bali. Bedugul tuh daerahnya sejuk gitu, ya karena emang ada di dataran tinggi. Di danau ini ada Puranya. Tiket masuknya lupa berapa, kalo gak salah sih gratis, cuma bayar parkir aja, parkir juga cuma Rp.1000 rupiah kok. Murah deh kalo markir di Bali.

Danau Beratan

Danau Beratan

Bedugul – Danau Buyan
Gak jauh dari Danau Buyan. Tempatnya lebih sepi, tapi indahnya nggak kalah sama danau Beratan. Soalnya Danau Beratan itu lebih dipake untuk pariwisata. Kalo di Buyan, kita bisa kemping di pinggir danaunya… Wuaaaah, kalo ke Bali lagi, gue pengen banget kemping semalam di pinggir danau Buyan. Air danaunya biru, terus… cahaya matahari yang terpantul di atas air danaunya jadi kayak kristal-kristal gitu kelap kelip.. wuaaah indah deh… Di pinggir danaunya itu hutan lindung gitu… O My God… what a perfect place to camp. Rasanya asik banget cuma duduk di pinggir danau, ngeliatin pemandangan dan ‘cari inspirasi’.

Danau Buyan

Danau Buyan

Bedugul – Kebun Raya Bedugul
Yang pasti, lebih bagus dari KeRa di Bogor atopun Cibodas. Lebih terawat dan rapi. Tiket masuknya juga gak mahal-mahal amat (alias lupa, hehehe). Di sana ada taman Anggrek, sama kaktus juga. Trus, kita nongkrong di satu tempat yang bisa ngeliat pemandangan Danau Beratan dari atas… Wow keren deh. Udaranya juga dingin ajah!!!

Kintamani – Danau Batur
Anjing Kintamani ada di mana-mana sepanjang perjalanan hari ini. Dan akhirnya, nyampe juga ke daerah asalnya – Kintamani. Udaranya makin dingin, dan butuh jaket!

Sayangnya udah sore banget kita sampe di sini. Lama perjalanan dari Bedugul ke Kintamani (itupun udah lewat jalan pintas) itu 1,5 jam! Jadi udah mau gelap. Tapi pemandangan sepanjang perjalanan benar-benar ‘membuat hati nyaman dan menggembirakan’. Danau Baturnya lagi sepi karena hari ini lagi hari Pemilu. Hmmm.. kayaknya kalo Bali gak ngaruh deh. Hahaha. Mungkin karena udah sore banget. Perahu-perahu turis dan nelayan juga nggak ada yang ke tengah danau. Trunyan yang ada di seberang danau sana bener-bener sangat menggoda, tapi… apa daya… sudah malam, dan lagipula mahal teuing! Untuk sewa satu perahu seharga hampir Rp.400.000 untuk 7 orang. Trunyan itu satu pedesaan di pinggir danau Batur, di mana orang-orang yang udah meninggal diambangkan gitu aja di danau, nggak dikubur. Seru kan? Hehehe…

Jangan kaget sama penduduk di tempat wisata Danau Batur ini, mereka itu pedagang yang maksa. Emang bisa jual harga murah banget (gelang-gelangan), tapi bener-bener maksa! Sampe sebel deh! Padahal kita yang lagi mo foto-foto, mo nikmatin pemandangan, tapi keganggu banget sama pedangang lokal yang bener-bener ‘sok miskin dan jualannya gak laku’ (maap), mereka ngintilin kita ke manapun kita pergi. Sebel deh. Akhirnya, kita cuma bentar aja di sana, karena risih banget sama mereka.

Danau Batur

Danau Batur

Transportasi
Cari mobil yang murah aja. Gue sih dapet Suzuki Carry cuma Rp.100.000 sehari. Tapi rada boros juga bensinnya, untuk perjalanan full sehari kita itu, habis Rp. 175.000 untuk bensin. Tapi kayaknya emang segitu deh, secara perjalanan kita emang jauh banget.

Entry filed under: travel. Tags: .

Julez Trip. ‘Motorbiking’ Julez Trip. Beaches Trip.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


“I've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.”

%d bloggers like this: