2012 turunlah

November 21, 2009 at 1:16 pm Leave a comment

Aneeeeh… aneh. aneh.
Dasar orang-orang aneh. Orang aneh mah emang gak bakal bisa nyambung sama orang seni. Film itu bukan suatu prinsip, ato fakta, ato apalah yang musti dipikirkan dalam-dalam. Tapi diterima, dihargai, dan di mengerti. Diambil hikmahnya, dan dibuang jeleknya. Take it or leave it. Itulah seni.

Film itu kan seni. Seni itu kan suatu hasil karya orang. Jelek ato bagus di mata orang, tapi tetep keren dan seenggaknya ada artinya di mata si peseni itu. Gue juga sering nggak ngerti sama arti lukisan orang. Kadang gue liat lukisan orang tu jelek, tapi dijual mahal banget… cuma karena gue gak ngerti arti lukisan itu. Tapi gue gak bisa bilang jelek karena mungkin lukisan itu punya arti sendiri ke si pembuatnya.

Dan orang-orang Indonesia masih banyak yang belum ngerti seni (hyaa kayak gue ngerti aja)… coz at least film ini sudah hampir sempurna untuk ukuran satu film bagus. karena hampir semua ‘aturan’ standar film bagus ada di situ, seperti:

  1. Masalah zaman sekarang – bencana alam. Bukan lagi tentang film epic macem Anna and the King, ato WW2 macem Band of Brothers, ato film gelo kayak American Pie, ato film komedinya Ben Stiller, detektif kayak MI, ato teknologi baru kayak Eagle Eye,  tapi  Bencana alam yang lagi terjadi di mana-mana. Apa lagi jaman sekarang yang emang dah mo kiamat. Hahaha…
  2. Aturan 15 menit. Biarpun gue terlambat dateng ke bioskopnya, tapi gue yakin ni film patuh sama aturan 15 menit, di mana seenggaknya dalam 15 menit tu film ‘udah jadi’, udah mulai tahu ni cerita tentang apa dan apa masalahnya dan siapa aja pemerannya.
  3. Film semua umur, semua ras, semua bangsa. Presidennya orang ‘black’. Pemeran utamanya orang ‘white’. Dan film ini tentang perjuangan satu keluarga biasa supaya bisa selamat dari akhir dunia.
  4. Film aman. Gak perlu ragu untuk bawa anak kecil nonton film ini. No pornography.
  5. Cool cars – Bentley.
  6. Pemerannya bagus-bagus. Ada John Cusack dan Thandie Newton.
  7. Great effect.
  8. Musti Dahsyat. Film dengan imajinasi tingkat tinggi. Dengan tsunami yang lebih tinggi dari di Aceh. Dengan korban jiwa mencakup ratusan jiwa penduduk dunia. Dengan kegilaan adegan bagian west coast Amrik yang hancur – benar-benar hancur. Dan negara adi daya musti sampe tak berdaya.
  9. Konflik. Gak cuma lawan musuh utama si Alam tea, tapi banyak yang lain lagi.
  10. Peran antagonis harus ada yang mati, dan enggak semua orang baikpun selamat. Suami barunya Kate malah mati, padahal dia baik. Si peneliti orang India juga tak terselamatkan. Juga si bapak gendut.
  11. Happy Ending. Gimanapun juga keluarga si pemeran utama musti selamat. Haha.
  12. Musti bikin heboh penonton. Film ini banyak dibicarain orang. Pro dan Kontra. Itu tandanya….. film ini sukses beratz! Hahaha… Di Manado aja udah 3 studio dalam 1 bioskop Sold Out sampe 5 hari. Gila gak tuh.
  13. Ada yang bisa penonton ambil hikmahnya. Kalo penonton bilang jadi takut sama akhir zaman… Bagus lah… Ini film cuma film. Entah terjadi tahun 2012, ataupun malah besok. We never know our future. Tapi kalo jadi bikin kita mikir kalo kita harus hidup lebih baik lagi karena takut sama kiamat… that’s good. Hehehe… Tapi jangan pernah nyalahin si pembuat film kalo film ini malah bikin stress loe-loe pada. Hehehe…

Entry filed under: film. Tags: .

My Graduation Day Bagaimanapun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


“I've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.”

%d bloggers like this: