hari ini

December 16, 2009 at 2:28 am Leave a comment

Pagi-pagi gue jalan ke hotel dengan santai sambil nikmatin udara pagi Tongkaina yang sejuk karena banyak pohon. Hari ini bakalan sibuk karena lagi banyak tamu datang. Sampe di tempat kerja, sapa sini-sapa sana… Gue juga udah mulai betah di tempat kerja baru karena udah mulai kenal orang-orang, udah mulai dekat, dan udah mulai bisa kerja.

Gue kerja di daerah pedaleman sini, lumayan jauh dari kota dengan tempat kerja almost perfect pemandangan dan lingkungannya. Itulah enaknya kerja di resort. Haha… Tamannya bagus, ketemu orang-orang banyak, pemandangan laut, pulau Bunaken sama Siladen. Whoaaa! What more can I say. Serunya lagi gue selalu belajar hal baru di sini. Tadi pagi gue belajar di FnB service. Belajar serve tamu dan cara melipat kain serbetnya. And I really learnt a lot of things here.

Berjam-jam kemudian gue udah ada di Manado dan udah sejam lebih gue ngobrol sama temen lama gue anak Jakarta yang udah sekitar 5 tahun tinggal di Manado sini. Dia kuliah di sini, dan udah mau balik lagi ke Jakarta karena dapet panggilan kerja di salah satu perusahaan lumayan top di dunia. Kita ngobrolin tentang kejadian-kejadian terakhir kehidupan kita masing-masing (halah) selama beberapa bulan belakangan ini. Dia ada masalah di kampusnya, dan gue juga ngasih ringkasan singkat tragedi (yup gue judulkan Tragedi :p) beberapa minggu lalu. Ternyata tragedi-tragedi yang kita berdua alami selama sebulan terakhir ini sama-sama lumayan gila. Haha.

Waktu akhirnya dia pamitan mau pulang. Terasa beraaaat banget tahu dia mo pulang ke Jakarta. Karena cuma dia temen paling deket gue yang udah gue kenal lama di Jakarta, dan ketemu di Manado. Gue kenal dia udah dari kecil. Kita sama-sama hobi kemping. Huh. Dia sendiri ngaku dia juga berat banget ninggalin Manado. Salah satu temen deket gue juga udah pulang ke Jogja. Huah… Makin sepi deh Manado ini.

Dia pergi, menghilang dalam gelap malam dan di balik gedung-gedung pinggir kota Manado,  gue jalan balik ke kostan Tinsky. Udah jam setengah 11 lebih,  gangnya juga udah sepi dan gelap. Seperti biasa gue menengadahkan kepala gue ke atas langit dan merasa terpukau sama langit kota Manado. Gelap dan bergelimpangan bintang-bintang. Orion dan tetangga-tetangganya lagi jadi hiasan lampu kerlap-kerlip natal di langit.

Gue yang jadi berasa pengen balik ke Jakarta setengah mati ini sekali lagi menanyakan ke diri sendiri… Gue udah di sini, udah dapet segala yang gue pengen sebelumnya… tapi kenapa gue masih mau pulang lagi???!! There’s something wrong in something almost perfect.

Entry filed under: hari ini. Tags: .

Roti roti roti akhirnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


“I've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.”

%d bloggers like this: