Fame

January 28, 2010 at 12:30 pm Leave a comment

Satu film keren buat penonton kayak gue. Gimana enggak… film ini berisi kumpulan orang-orang yang jago musik ama nge-dance. Film ini macem film Raise Your Voice. Jadi kerasa ngejiplak, tapi mikir dua kali karena film Fame yang duluan keluar baru Raise Your Voice. Well, emang Fame ini keluar setelah RYV, tapi Fame ini remake dari Fame bertahun-tahun lalu yang diambil dari satu novel.

Ceritanya nggak jauh dari RYV ato juga Step Up 2. Mereka ikut audisi dulu untuk masuk sekolah itu. Sekolah Fame kali ini namanya Performance Art School (PA). Jadi, dari ratusan anak-anak yang baru lulus SMP cuma kepilih beberapa orang untuk masuk SMA sekolah musik ini. Dan mereka emang jago-jago banget… Diliat dari acting mereka juga kayaknya audisi untuk film ini emang dipilih juga yang emang beneran jago musik, nyanyi, ato dance. Two thumbs up. Jadi nggak basi kayak August Rush.

Film ini berfokus ke beberapa anak-anak yang punya kisah perjuangannya sendiri-sendiri. Ada Kevin dan Rosie yang jago nge-dance, punya impian tinggi tapi teknik mereka kurang. Ada Jenny yang berusaha keras untuk bisa jadi pemain film, tapi punya kesulitan untuk mengekspresikan diri sendiri. Ada Malik yang salah jurusan. Dia pengen jadi rapper, tapi suka juga ambil kelas Acting. Kalau Denise, she main piano udah kayak Bach sendiri, tapi orang tuanya nggak setuju kalau Denise mau ambil jurusan lain – dunia vokal.

Bagian awal film ini amat sangat bikin jantung ini berdebar… Huihihihi… Bukan berdebar ketakutan ato tegang, tapi keren aja gitu ngeliatin orang-orang yang punya talenta kayak gitu… pemain piano, biola, rap, dance, ballet… Yang akhirnya dipadu sama kisah cinta, konflik dengan keluarga maupun diri sendiri, juga tentunya… pencarian jati diri… halah… (yak, harus ada di film anak ABG). Kemudian kehidupan naik-turunnya ya begitu, tapi terjadi sampai akhir sampai endingnya jadi nggak kerasa ‘wow’, ato ‘cool’, ato ‘hell yeah’.

Jadi cuma bisa ambil maksud film ini aja, “Fame starts from sweat.”

Entry filed under: film. Tags: .

Not very Important Bromo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


“I've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.”

%d bloggers like this: