Lemony Snickets: A Series of Unfortunate Events

July 7, 2010 at 5:44 am Leave a comment

Aah, akhirnya dapet juga donlotannya dari Limewire. Pake koneksi TW1 sekitar 250kb/s, lama waktu ngedownloadnya asik banget, cuma sekitar 1 jam aja. Gak kayak kalo di Indo, bisa 4 jam sampe 2 hari. Hahaha.

Ni film keluaran tahun 2004 menurut gue masih bagus untuk tontonan jaman sekarang (cerita dan film). Gambarnya juga bagus (duh apalagi kalo ada BluRaynya kali ya. haha…). Lemony Snickets itu narator yang cuma disorot siluetnya aja. Nggak diliatin jelas kalo dia itu sebenernya Jude Law. Makanya di creditnya (IMBD.com), Jude Law dikasih keterangan: voice. Sedangkan sutradaranya nggak terlalu terkenal (buat gue). Tapi Brad Silberling udah cukup sukses bikin film yang satu jalur ama The Imaginarium of Dr Parnassus ato Alice in Wonderland untuk jaman sekarang. Film ini nggak terlalu susah untuk pemilihan lokasi karena gue yakin kebanyakan cuma shooting di studio, tapi lumayan pengeluaran budgetnya untuk kostum-kostumnya. Untuk sekedar info juga, si Sunny (si bayi) dimainin sama 2 bayi kembar loh. Hehe…

Lemony Snickets itu narator yang nyeritain pengalaman tak menyenangkan tiga orang anak yang baru aja ditinggal meninggal orang tuanya karena ada kebakaran di rumahnya. Berdasarkan hukum, mereka akan diasuh sama keluarga ato orang-orang terdekat orang tuanya. Mereka dibawa ke rumah Count Olaf, yang ternyata jahat dan matre. Count Olaf tahu kalo tiga anak itu meninggal, warisan mereka bakal jadi milik Olaf. Maka itu Olaf coba bunuh mereka di atas rel kereta api, tapi gagal.

Violet, Klause dan Sunny di bawa ke orang tua asuh lainnya yang lebih baik, tapi Olaf terus ngejar ‘harta’nya ke manapun mereka pergi. Karena nggak mungkin ngebunuh anak asuhnya, dia jadi berubah rencana dengan ngebunuh orang tua asuh mereka. Jadilah cerita ini tentang perjuangan para orang tua asuh bersama tiga budak leutik biar nggak ketipu dan dibunuh sama Olaf.

But as always… it’s a movie… so even the movie title is Unfortunate, they always make a happy ending story.

Pelajaran film hari ini:
Hmm.. apa yah? hehe
Jangan matre. Jangan lebai.
Family is everything. Always stick with them.

Entry filed under: film. Tags: .

It’s My Day Are we there yet?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


“I've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.”

%d bloggers like this: