“Pendahuluan”

July 29, 2010 at 2:05 pm 2 comments

Bener-bener nggak kerasa gue udah di Manado sini selama setahun. Tiap kali orang tanya udah berapa lama gue di sini, gue selalu jawab, “Ehm, belum lama kok, baru juga setengah tahun.” Sampe pada suatu malam gue mengingat-ingat pertama kali gue sini tuh bulan Agustus tahun lalu dan sekarang udah bulan Juli.

It’s been a year. It’s been a one damn year.

Hahaha.

Empat bulan pertama di kota yang pemkotnya terlalu percaya diri untuk ngejadiin Manado sebagai kota pariwisata 2010, bener-bener mengubah hidup gue. Mengubah cara pandang gue, mengubah cara berpikir gue, dan mengubah cara gue merespon kelakuan orang.Ā  Pengalaman hidup gue kali itu emang menguji mental gue banget. Entah apakah gue ‘menang’ dengan cerita akhirnya gue bisa keluar dari situ walaupun gue kalah sambil nangis-nangis… Kejadian itu terlalu parah untuk gue sampe bikin gue nge-Black List ini kota sebagai kota yang nggak perlu didatengin lagi. Boleh didatengin ya kalo lagi perlu aja. Kan keluarga-keluarga gue juga masih ada yang di sini.

Thank God akhirnya gue dapet satu kehidupan yang bener-bener gue syukuri karena kehidupan ini bener-bener jauh lebih baik. Gue diterima di salah satu hotel (i can’t help not to say) berbintang. Lamaran pertama untuk jadi GRO (Guest Relation officer), tapi gue akhirnya cuma jadi FDA (front desk agent, di mana bahasa cupu-nya: reception). Dua bulan pertama gue belajar tentang perhotelan, bahasa formal menghadapi tamu dan atasan, cara jadi kasir, belajar tahan mental dan tetap profesional ngadepin tamu rese apalagi pas lagi high occupancy. Tapi di hari lainnya gue bertanya-tanya pada diri sendiri, “What am I doing here?”

Gue sampai di mana gue jenuh banget sama kerjaan gue yang cuma gitu-gitu aja, dengan pemikiran sok positif, yeah i can do more than this, gue mulai nulis puluhan lamaran kerja. Baik yang gue ngerti posisinya maupun yang gue nggak tau sama sekali apa maksud dan kerjaan dari posisi itu. Haha. Berminggu-minggu gue tunggu balasan tak kunjung datang. gue mulai bernyanyi Show Me Your Way. Hihi.

Kalo bahasa pak Pendeta mah, “Tuhan berkehendak lain.” Begini ceritanya.

Tiga bulan training, akhirnya gue dikontrak. Dua bulan dikontrak, (mungkin secara terpaksa) gue naik jabatan. Nggak nanggung-nanggung, gue langsung jadi sekretarisnya big boss. Memang cuma sekretaris. Tapi entah kenapa orang-orang meng-overratedkan posisi itu sehingga mereka jadi terlalu hormat dan meninggikan si sekretaris (baik gue maupun si sekretaris sebelum gue). Bagi gue sendiri, gue sangat enjoy. Bukan karena gila hormat tapi karena komputer dan monitor yang gue punya itu paling top markotop seantero tempat kerja gue. Kapasitas hdd paling besar, spesifikasi paling bagus, dan layar monitor paling lebar……. layaknya es buah dalam puding: yummy dan sangat menyegarkan. Haha.

Pada intinya, kehidupan gue membaik dan sangat membaik. Kayak what more can I ask? I’ve got my new cool job at the most beautiful hotel in Manado. Gue juga udah punya pacar. Hoho… He means everything to me! Ojek pribadi soalnya. Hihi. Peace :p Gue juga punya rekan-rekan kerja yang sering menginspirasi gue karena kebijaksaan mereka, kelakuan mereka, kata-kata mereka, dll (halah, hehe)..

Tapi segala sesuatu tadi nggak mempan kalo dihadapin sama kata hati sendiri. “Di mana hartamu berada, di situlah hatimu berada.” Yup. Bokap-nyokap gue di Bogor. Temen-temen gue di Bogor sama Jakarta. Gereja gue di Bogor. Gue cinta sama arsitektur bangunan Jakarta. Gue nggak bisa ninggalin sejuknya kota Bogor. Spring bed sama selimut Spiderman gue di sana juga. That’s where I belong.

Gue dihadapkan dengan dilema come on, try something new. Hidup kan nggak seharusnya disitu-situ aja.Ā  I already born in Jakarta, grew up in Bogor, and now… work in one of those damn polluted and too crowded city again? Please!

Tapi dua baris tulisan terakhir juga nggak mempan sama trauma gue di kota tinutuan ini. I’m done with this city. “So sick of this town pulling me down. Can’t find the way ’cause the way is gone. Have you ever been so lost? Known the way and still so lost?”

So starting today I’m writing this To do before I die blog update: Greenerz’ s update about how she struggle to leave Manado.

Haha… lebai deh… tapi… yak… itu intinya.

Enjoy my story.

Advertisements

Entry filed under: hari ini.

Are we there yet? Hari Ini

2 Comments Add your own

  • 1. [A]  |  August 4, 2010 at 5:20 am

    ah, gilee …lama gak mampir kemari tau2 udah jadi blognya bu sekretaris šŸ˜›

    cuma mau komentar: sekretaris itu posisi penting/strategis dgn kontak org2 ‘kuat’, banyak rahasia dia tau, keliatannya emang ‘cuma’ sekretaris tapi aslinya SEKRETARIS (apa sihh) pokoknya powerful lah. seiring berjalannya waktu & bertambahnya pengalaman elo bakal tau.
    tp selalu waspada kalo ada di atas pohon tinggi, anginnya kenceng: jangan lupa pake harness šŸ˜‰

    fyi: i used to be a secretary. i don’t say i’m a good one, but for sure, i’m proud that i did it šŸ˜€

    Reply
  • 2. greenerz  |  August 16, 2010 at 1:53 pm

    glad you proud you did. karena emang bener yang loe bilang-bilang tadi. hehe.. ilmu kita bakal jadi setara (at least hampir) sama ilmunya si boss. karena kerjaannya emang kerjaan dia, tapi kita yang kerjain.

    siap, bro.. gak bakal lupa pegangan kuat kalo angin laut lagi kenceng.. hehe…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


ā€œI've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.ā€

%d bloggers like this: