Another Train Seat Story

January 21, 2013 at 11:16 am Leave a comment

Well this is the second time ‘treat’ me like this. You should be ashame, girl.

Jadi, gue berada di kereta gerbong wanita. Seperti ratusan wanita lainnya gue menunggu ada yang mau berdiri karena mereka mau turun dari kereta. Nah, di depan gue ada 4 wanita muda berjilbab. Gue berharap yang pas duduk di depan gue mau turun di Depok atau Depok baru, lah, seenggaknya. Walaupun dia nggak turun di Depok, dia turun di Citayam. Gue yang lagi baca koran otomatis bersiap-siap mau duduk. Tapi apa daya, setelah gue menggeserkan kaki gue, cewek berjilbab yg duduk di sebelah cewek yang tadi turun, bergeser dan nawarin duduk ke cewek berjilbab yang berdiri di sebelah gue. Jelas-jelas itu ‘jatah’ duduk gue. Dan cewek yang ditawarin tadi juga otomatis mau-mau aja. Padahal udah jelas juga, gue yg duluan naik kereta dari dia. Sudah jelas juga, cewek yang duduk dan cewek yg ditawarin bangku nggak saling kenal, mending kalo emang temenan.

 

Maka itu gue langsung bertanya dalam hati, apakah gue nggak ditawarin tempat duduk karena gue nggak berjilbab? What’s the point, gitu? Apakah dengan memberikan tempat duduk kepada sesama orang berjilbab akan mempermudah jalan ke surga nanti?

 

Mengapa sebagian orang masih membeda-bedakan, sementara orang lain sudah berBhineka Tunggal Ika, termasuk dalam hal agama?

 

Gue merasa percuma bantuin membela hak (apalagi sesama wanita) kalau ada orang yang nyelak waktu ngantri bayar di Giant, ato antri beli tiket kereta. It’s not worthed when you finally treated like that.

Entry filed under: hari ini. Tags: .

The Train Seat Warm Bodies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


“I've learned that everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it.”

%d bloggers like this: